Membakar Nalar dan Nurani Sendiri…

0
143

Kenapa kau bakar? bukankah itu tempat keyakinan tersimpan terjaga?. Berbeda namun senilai bentuk keyakinan yang kau punya.

Mereka salah? bukankah kesalahan ada pada semua? Kesalahan juga ada tercatat atasmu..

Kobar itu bukan api? Itu kobar amarah yang membakar! Membakar nalar dan hati-nuranimu sendiri!

—–

Selepas luluh lantah, semua rata tak bersisa.? Di ballik puing, di bawah tanah.. keyakinan menghujam menjadi akar. Apakah masih merasa menang?

Apakah merasa tenang sekarang? Ku lihat kau menabur abu, mengundang kemunculan bibit-bibit pembalasan. Dalam gelisah kau akan menerka..

Luka mereka adalah luka anak cucumu,..

—–

Di hatimu sisakan sepetak ruang, untuk menerima tamu dan berbincang.

Berbincang dengan hati yang lain,  berbincang dengan diri sendiri, berbincang sesama sebagai manusia,..

—–

Selantang apapun kebenaran disuarakan.. atas nama apapun,  jika pada akhirnya menggores luka hati sesama,.. maka itu kesalahan!.. karena dalam relung hati manusia di sanalah berdiri tempat ibadah, kuil dimana Tuhan bersemayam..

***
Imam Muttaqin, dari http://www.kompasiana.com/masimam/membakar-nalar-dan-nurani-sendiri_5624c2f91d23bde90f0d175e
_____________________________________________

Sumber ilustrasi foto