Melampauai Radikalisme

0
216

Kelompok radikal sudah marak di dunia maya. Dengan misi propaganda menyerang kepada kaum muda untuk dijadikan embrio terorisme. Banyak sekali korban-korban yang lemah dalam kecerdasan Spiritual maupun kecerdasan Intelektual, itu menjadi sasaran empuk kelompok radikal.

Para embrio di cekoki bahwa surga terbentang dibalik detonator pemantik bom dan ajal kematian dirasakan tidak lebih dari sekedar cubitan yang sama sekali tidak menyakitkan. Sebelumnya mereka melalui proses Indoktrinasi dan pemerkosaan otak, percis dilakukan oleh Jim Jones pemimpin sekte Matahari kepada para jamaahnya menjelang bunuh diri masal tahun 1977.

Para kader dikelompokkan lalu diberi konsumsi berupa ilmu-ilmu agama serta melakukan ritual spiritual yang intensif. Mereka diajak untuk melakukan jihad (meski pemahaman akan jihadnya menyesatkan) dibakar kebenciannya terhadap musuh dan diyakinkan akan masuk surga sebagai balasanya.

Sangat ironis lagi sang embrio di telanjangi alam bawah sadarnya akan bertemu dan “menikah” dengan bidadari di surga, maka si calon pengebom bunuh diri disebut sebagai pengantin. Lalu saat bom meledak dan nyawa si pelaku melayang disebut sebagai “perkawinan” yakni perkawinan antara jiwa si pelaku dengan seorang bidadari.

Contoh nyata bom bunuh diri pada 17 Juli 2009 yang dilakukan oleh anak muda sekaligus dua tempat hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, sebelum aksinya pelaku merekam sebuah pengakuan “saya akan segera bertemu dengan saudaraku para syuhada yang lebih dahulu masuk surga dan jiwa saya akan dan menikah dengan bidadari di surga”.

Jika di tinjau dari sudut pandang syareat ini adalah bentuk sikap melampaui batas. Di antara sikap melampaui batas adalah bersikap radikal dengan segala bentuknya yang menyelisihi syareat. Kekerasan dan kekacauan kembali kepada sebuah kalimat yang bermakna sesuatu yang berlebih-lebihan dan melampaui batas dan ukuran. Tentunya hal ini menuntut setiap kita untuk berusaha mencegah dan menghilangkannya. Berlebih-lebihan dalam agama adalah dengan melakukan sesuatu yang melampaui batas dengan kekerasan dan kekakuan.  Oleh karena itu sangat diperlukan upaya yang maksimal dalam memahami agama.