Habib Luthfi Bin Yahya: Belajar Jati Diri Bangsa dari Air Laut

0
295


Bandung, aku.dutadamai.id – Dalam pelantikan pengurus Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) Jawa Barat dan peringatan Isra Mi’raj di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Habib Luthfi Bin Yahya memaparkan, laut itu istimewa, di dalam Al-Qur’an kerap disebut dan dijadikan contoh karakter yang kuat.

“Laut itu punya jatidiri, pendirian, dan harga diri, milyaran kubik air limbah pabrik, air hujan yang masuk kedalam laut melalui sungai-sungai yang mengalir kepadanya, keasinan air laut tidak akan terkontaminasi, karena laut itu bisa mengantisipasi limbah-limbah yang masuk” Ujar Habib Luthfi Bin Yahya.

Acara yang dihadiri oleh Rektor UIN SGD Bandung Prof. H. Mahmud, M. Si, Civitas Akademik UIN SGD Bandung, tokoh Agama, dan Instansi Pemerintah Kota Bandung, berlangsung pada Rabu (03/05/17).

Lebih lanjut beliau menjelaskan, “Ikan yang berada di dalam laut pun juga demikian, ia tetap tawar dan tidak terkontaminasi oleh asinnya air lauta, sedangkan air laut sendiri tidak mengintervensi ikan yang ada di laut, keduanya mempunyai jati diri yang luar biasa dan bisa hidup bersama, serta saling menghargai dalam ideologinya masing-masing”.

Dalam hidup berbangsa dan bernegara air laut adalah contoh kongkrit, jati diri bangsa, harga diri bangsa, kehormatan bangsa tetap punya kepribadian luar biasa, dan kedua-duanya dapat hidup bareng dengan harmoni, kalau kita bisa meniru kehidupan yang ada di laut, maka bangsa ini akan aman.

Menurut Habib Luthfi, fanatik dalam hal kebangsaan itu tidak masalah, tapi bukan fanatik buta. Nabi Muhammad Saw sendiri menuntun kita untuk cinta bangsa dan tanah air. Fanatik kebangsaan itu melebihi nuklir, nuklir itu bisa meledakkan mana saja, tapi tidak akan bisa melunturkan ke-Indonesia-an, dan tidak akan menghancurkan jati diri ideologi kebangsaann.