“Aksi Damai” Benar-Benar Damai?

0
226


Teman-teman pecinta damai, bagaimana kondisi Indonesia tercinta ini? Apakah kita masih merasakan euforia kemerdekaan yang katanya, “Menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila”? Yang katanya “Hidup berdampingan dengan kepercayaan yang berbeda-beda?” Apakah masih ada kata itu dihati para pecinta damai?

Sering kita lihat di media dan kehidupan nyata, berbagai hal terjadi, seperti memanasnya pemilihan Gubernur ibukota negara kita. Berbagai aksi damai dilakukan mulai dari 411 hingga 212 untuk mengkudeta seorang pemimpin yang dianggap telah menistakan salah satu agama.

Maksud dari aksi-aksi damai yang telah dilakukan tentu dengan tujuan yang sangat mulia, diantaranya menyampaikan pendapat dengan cara baik-baik dengan tanpa kekerasan, membangun tali persaudaraan dengan perbedaan kepercayaan yang dimiliki. Aksi damai juga bertujuan untuk mengajak dan menyadarkan umat muslim untuk peduli dan membela kepercayaan yang dipegang. Seperti kita tahu, bahwa umat muslim di Indonesia memiliki ikatan erat yang tangguh dan utuh.

Namun, agaknya teman-teman pecinta damai tidak menelusuri bagaimana kehidupan maya umat-umat di Indonesia. Dibalik aksi-aksi damai yang tengah berlangsung itu tertulis umpatan-umpatan dan perang terselubung di media sosial mulai dari facebook hingga telegram. Bahkan sampai stasiun televisi pun ikut menjadi provokator anti-perdamaian dunia maya.

Tahukah teman-teman pecinta damai bahwa penurunan moral di Indonesia semakin menjadi? Moral bangsa ini sedang dipertanyakan, kawanku. Ideologi bangsa mulai ditanggalkan.Kita tidak lagi bangga dengan perbedaan yang kita miliki, agama yang dimiliki bangsa ini, bahkan rasisme kepercayaan mulai memunculkan wabahnya di Indonesia sejak kasus penistaan agama.

Manusia mana, warga negara mana, yang tidak mencintai apa yang ia percayai? Tentu semua manusia sangat mencintai dan memegang teguh apa yang menjadi kepercayaannya, Tuhan-nya, dan apa yang ia jalankan berdasarkan kepercayaannya, dan pasti akan membela habis-habisan jika hal tersebut dilecehkan. Disaat aksi damai menggemparkan tanah air dengan ribuan jejak perdamaian, disisi lain umpatan-umpatan juga menggemparkan dunia maya.

Bahkan aksi damai sekalipun tidak akan memberikan hasil yang efektif jika setiap dari kita tidak memiliki rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Sekarang mari kita tanyakan pada diri sendiri, apakah aksi damai benar-benar membawa panji perdamaian?

*Sumber ilustrasi disini