Bandung dan Solidaritas Asia Afrika

1
200

Apa yang ada di benak kita jika mendengar kata KAA? Kemerdekaan Indonesia, kumpulan negara-negara berkembang di Benua Asia dan Afrika, wadah perdamaian dunia, Bandung, dan masih banyak lagi.

KAA memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah pasca kemerdekaan Indonesia, pasalnya Indonesia adalah negara yang menjadi perintis KAA dan menjadikan Bandung sebagai tuan rumahnya.

Terbentuk nya KAA ini didasarkan atas asas perdamaian dengan tujuan sebagai wadah bertukar pikiran dan solusi agar terbebas dari kolonialisme negara-negara adidaya.

Bandung, kota kembang nan sejuk yang menjadi kota dengan jejak-jejak kaki delegasi KAA pembawa perdamaian.

Seperti yang dikutip dari buku ’50 tahun Indonesia dan Konferensi Asia Afrika’ bahwa Soekarno ingin menegaskan kepada dunia: dari Bandung-lah awal gerakan kemerdekaan yang dipimpinnya memulai perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme.

Pada awal dicetuskannya KAA, negara Indonesia memang sedang tidak berkonflik, namun saat itu Irian Barat masih dalam pengaruh jajahan Belanda, dengan diadakannya KAA di kota Bandung harapannya dapat membuka mata dunia akan konflik tersebut.

Dan lagi, kondisi politik di Indonesia sedang tidak stabil karena penggunaan sistem Parlementer, sehingga KAA tidak memungkinkan jika diselenggarakan di Jakarta.

Tanggal 24 April kemudian dipilih menjadi hari Solidaritas Asia-Afrika merupakan hasil dari Konferensi Asia-Afrika (KAA) tanggal 23 April 2015 lalu.

Konferensi tersebut juga menjadi awal pengukuhan kota Bandung sebagai ibu kota Solidaritas Asia-Afrika yang sekaligus menjadi kota di mana monumen Asia-Afrika dibangun.

Penetapan peringatan hari Solidaritas Asia-Afrika yang jatuh setiap tanggal 24 April memiliki tujuan agar hari tersebut menjadi semangat baru bagi negara-negara berkembang di Asia-Afrika agar senantiasa menjaga perdamaian dunia.

1 COMMENT