Usai Pelatihan, Duta Damai Mampir ke ‘Sore Santai’ OZ Radio Bandung

0
192

BANDUNG, aku.dutadamai.id – Usai pelatihan yang berlangsung selama 4 hari, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen. Pol. Drs. Hamidin, bersama Ambasador Duta Damai Kikan, menyempatkan berbincang dalam acara Sore Santai di OZ Radio Bandung. Ditemani perwakilan Duta Damai Dunia Maya 2017 Siti Dzarfah (Pimred aku.dutadamai.com) dan Ridwan (Pimred cahaya.duadamai.id), obrolan seputar Duta Damai dan terorisme di dunia maya terdengar kian hangat.

Dalam perbincangan itu Hamidin menuturkan, hari ini dunia berada pada posisi revolusi komunikasi atau digital. Bila dihubungkan dengan kegiatan terorisme, maka hari ini dunia maya digunakan oleh kelompok teroris untuk merekrut jaringannya.

“Dulu untuk merekrut teroris harus ada pola kontak langsung, harus ketemu dengan orangnya, biasanya ada  proses seleksi, siapa yang akan menjadi followernya, pengantinnya (pelaku), dan siapa saja yang akan menjadi supporting tim.” terang Hamidin, Kamis (13/4/2017).

Karenanya, Duta Damai dibentuk untuk menangkal radikalisme, intoleransi, dan terorisme yang tersebar melalui konten-konten di dunia maya. Menurutnya, berdasar hasil pengamatan BNPT, ternyata generasi muda yang mudah terseret arus berusia kisaran 18-30 tahun. Maka usia inilah yang dijaring BNPT untuk bergabung menjadi Duta Damai.

Kikan, mantan vokalis salah satu grup band ternama di Indonesia, yang baru saja dikukuhkan menjadi Ambasador Duta Damai, turut mengaminkan pernyataan Hamidin. “Kalau teman-teman Duta Damai bertugas membuat konten-konten positif, maka saya akan membantu untuk memviralkan konten-konten itu sehingga banyak dibaca dan diketahui masyarakat.” kata Kikan.

Dua perwakilan Duta Damai juga bercerita bagaimana proses pelatihan selama 4 hari dan bagaimana 5 tim redaksi yang masing-masing terdiri dari 12 orang itu membuat 1 website dalam sehari. “Hari ini perangnya bukan lagi pakai senjata, tapi pakai jari. Jadi siapa pun yang pakai gadget, dia harus melawan (terorisme di dunia maya).” pungkas Dzarfah, mengakhiri perbincangan radio yang berkantor di Jl. Setrasari II No. 14 Bandung.

 

Penulis: Ilman

Editor: Damae