Pertikaian Hati

0
188

Oleh: Rizqi Ahla

Lur,

Mereka yang bergelar memang terkadang mengigau kemana-mana, kau
dianggap akan panen dengan metode menanam tanpa mereka terjuni derita
petani. Cangkulpun tak pernah mereka sentuh tapi dengan sohornya
mereka sok tau tentang merk-merk pacul.

Wajarkan saja mereka menjadi lampu dengan tegangan listrik yang kecil.
Kerana mereka disihir oleh mantra nepotisme. Dengan menjinjing ijazah,
mereka salip tanpa tengok orang-orang kompeten.


Lur,

Jangan aneh ketika kau menyaksikan fenomena kebodohan, kebobrokan, dan
pengangguran. Karena terkadang negeri mereka yang mengajar adalah guru
sosial yang tinggal di perumahan dengan prinsip individual yang
kental, belum lagi, guru yang mengajarkan agama yang terus mengandaikan

ayat Tuhan untuk memenuhi perut keserakahan, lalu guru yang gila
jabatan hingga serakah akan jam pelajaran walaupun murid menjadi
korban tapi terus dihiraukan, lebih parah lagi banyak guru kesasar
tapi tetap santai. sungguh mereka hanya menjadi beban bagi kendaraan
tua ataupun baru.

Lur,

Jangan terkejut ketika melihat kebiadaban manusia, bagaimana tidak
kebiadaban terus berlanjut jika kasus korupsi, kolusi, nepotisme itu
selalu ada di lembaga suci. Lihatlah! ketika manusia manusia yang
mengejar dunia dengan memperalat pendidikan terus bermunculan. mereka
beri slogan lalu memasang tarif yang gila untuk satu bangku kosong.
sampai kapan, Lur?

Lur,

Inilah realita, aku tak bisa menutup mata lalu ikut mengigau seperti
mereka. Ya, mengigau kesana kesini membuat bumi melongo kebingungan.
LEPASKANLAH! Bebaslah dari rantai ketololan yang menjeratmu dengan
dalil “cukup duduk dan diam untuk belajar maka kau akan dihujani uang.

Larilah dari kekejaman keserakahan, keegoisan, kesombongan yang
terkadang hal itu menjadi pelacur yang mengiming-imingimu dengan
surga.

 

Sumber foto disini.